DIAM

Bagaimana bisa dikatakan cinta dalam DIAM

Sedang setiap malamnya, ku meiminta mu kepada TUHAN

Advertisements

PAYAH

Aku payah untuk mengerti apa yang ada di fikirannya
Aku payah menjadi lawan bicaranya
Aku payah untuk mengerti keadaanya

Aku payah, tak dapat membalas apa apa
Aku payah untuk itu semua
Aku sadar diri payah, karena itu aku berdoa
Meminta mu melalui DIA

Sumbawa, 5 Januari 2018

Langit sudah hilang semangatnya….

Langit sudah hilang semangatnya
Ia lelah dengan semua kisah
Sampai sampai menumpahkan segala kesah
Jatuh kesah menimpa ku
Kesah membuatku luluh
Ingin segera menghapus pilu
Namun aku tak tau cara untuk itu
Merangkul mu pun aku tak mampu
Memberikan nasihat pun aku takut salah di mata mu
Akhirnya aku bungkam membisu
Hanya mendengarkan dan memahami mu itu yang aku tau
Semoga dengan itu pilu mu dapat berlalu
Dengan menceritakan semuanya pada ku

Maafkan aku karena yang mampu ku lakukan hanya itu, ku harap kau mengerti karena memang aku tipekal orang seperti itu. Lebih suka mendengarkan kisah-keluh-kesah mu, dibanding harus menceritakan keluh ku pada mu. Karena ku takut, keluh ku menjadi beban atas diri mu.

Sumbawa, 30 Desember 2018

~Disaat langit sedang mendung

Kultur Mikro Organisme

Kultur Mikro Organisme
Novi Fathiaturrahma (17.01.021.039)

Mengkultur mikro organisme diperlukan media sebagai tempat pertumbuhan. Media pertumbuhan harusah memenuhi kebutuhan nutrisis dari mikroorganisme yang ingin ditumbuhkan. Nutrient yang sanagt penting dalam pertumbuhan mikroorganisme adalah carbon dan nitrogen dengan perbandingan yang sesuai. Tentunya ketetapan medium tergantung dari mikroorganisme yang ingin diperbanyak.selain itu juga kebutuhan nutrisi tergantung pada lingkungan alami mikroorganisme (Anisah, 2015).

Berdasarkan komposisi kimiawinya, media dapat diabagi menjadi dua yaitu media kompleks dan media sintetik. Media kompleks merupakan media yang terususn atas bahan-bahan dan komposisi yang tidak diketahui dengan pasti. Sementara media sintetik tersusun atas bahan-bahan kimia murni yang komposisinya udah diketahui dengan pasti. Media kultur bakteri biasanya berkisar pH netral atau 7.0 sedangkan untu jamur berkisar pada pH asam atau 4.0 (Rakhmawati, 2016). Tujuan dari praktikum ini adalah untuk melihat pola pertumbuhan pada mikroorganisme yang ditumbuhkan pada media kultur.
Kultur mikroorganisme yang mencakup bakteri dan jamur dilaksanakan pada Jumat, 7 Desember 2018 bertempat di Laboratorium Mikrobilogi, Universitas Teknologi Sumbawa. Alat dan bahan yang digunakan antara lain : Bunsen, laminar sederhana, tabung reaksi, pinset, scalpel, aquades, NA (Nutrien Agar), PDA (Potato Dextro Agar), jamur di sekitaran lingkungan UTS, dan sampel orang batuk. NA (Nutrien Agar) merupakan media pertumbuhan umum bakteri, sedangkan PDA (Potato Dextro Agar) merupakan media pertumbuhan umum untuk jamur. Media NA dan PDA dibuat dengan komposisi yang telah ditentukan. Media NA yang telah memadat dandingin menandakan media telah siap digunakan sebagai media pertumbuhan bakteri. Sampel bakteri diambil dari orang yang sedang batuk kurang lebih tiga hari. Isolasi bakteri batuk di lakukan secara aseptic di dalam laminar, di mana media di buka dari silk dan orang yang batuk didekatkan pada lubang laminar samba media didekatkan di depan mulut orang tersebut dan batuk di hadapan media. Setelah itu media di segel kembali menggunakan silk. Berbeda dengan kultur jamur yang sampelnya didapatkan dari lingkungan sekitran Universitas Teknologi Sumbawa, media yang digunakan adalah PDA dengan terlebih dahulu fruiting body dari jamur dielah dua menggunakan scalpel. Bagian dari fruiting body yang berada di pangkal tengah dari jamur diambil menggunakan pinset steril lalu di tanam pada media pertumbuhan PDA di bagian sisi kiri atau kanan. Sementara dari pertumbuhan di sisi lain ditanam jamur jenis lainnya.

Hasil yang didapat untuk kultur baktuk adalah 4 single koloni berwarna kuning dengan bentuk koloni cembung dan bulat, 1 single koloni berukura besar berwarna putih susu, dan 6 single koloni berukuran kecil berwarna putih susu dengan bentuk koloni cembung dan bulat. Berdasarkan morfologi koloni bakteri yang tumbuh pada media pertumbuhan dapat diduga bahwa bakteri tersebut merupakan bakteri jenis Streptococcus sp. Untuk single koloni yang berwarna kuning merupakan bateri Streptococcus aureus sedangkan single koloni yang berwarna putih merupakan bakteri jenis Streptococcus intermedius. Bakteri Streptococcus sp merupakan bakteri yang paling umum ditemukan pada kultur dahak penderita batuk (Panggalo, 2013).

Sedangkan untuk hasil pada kultur jamur jenis Basidiomicotyna didaptkan media telah terkontaminasi jamur lain pada saat pengamatan hari pertama dan dalam kondisi sampel jamur belum tumbuh. Pengamtan di hari selanjutnya didaptkan hifa jamur ynag mengkontaminasi sudah menyebar hampir diseluruh media sehingga pertumbuhan jamur sampel tertutup. Hal ini dapat disebabkan oleh faktor lingkungan laboratorium dan alat yang digunakan yang tidak steril. Dari pengamatan ynag telah dilakukan didapatkan sampel jamur 3B memrlukan waktu yang lama untuk tumbuh dan berkembang disbanding jamur 3A.
Dari kultur bakteri dan jamur dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan bakteri jauh lebih cepat dibandingkan jamur dengan pola pertumbuhan jamur menyebar dan berkoloni sedangkan jamur menyebar dari satu titik pertumbuhan.

DAFTAR PUSTAKA
Anisah, dkk. Media Alternatif untuk Pertumbuhan Bakteri Menggunakan Sumber Karbohidrat yang Berbeda. Biologi, Sains, Lingkungan dan pembelajarannya. Hal. 855-860.
Panggalo Jumria, dkk. 2013. Identifikasi Bakteri Aerob pada Penderita Batuk Berdahak di Poliklinik Interna Blu RSUP Prof.. dr. R.D. Kandou Manado. Jrnal e-Biomedik. Vol.1, No. 1, Hal. 408-413.
Rakhmawati Anna. 2012. Penyiapan Media Mikroorganisme. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Yogyakarta.

Jujur hati ingin menyerah pada semua perjuangan yang telah dilalui. Tiap langkah yang ku tapaki, tiap bait doa yang ku panjati, tiap risalah yang ku ukir pada kertas putih.. Ingin ku sudahi.

Jujur meraih mu hal yang sangat tidak mudah. Kasta kita berbeda, ilmu kita tak setara, selain itu akhlaq mu yang mulia membuat ku merasa tak berada.

Pada diri ku, apa yang bisa disamaratakan dengan mu Tuan. Habis pikir ku cari setiap inci dari diri tuk ku sandingkan dengan mu. Habis cara ku lalui agar berada di posisi mu. Namun apaaa… Tetap saja aku tak bisa setara dengan mu, tak bisa menggapai mu.

Semakin hari semakin ku melemah. Merasa perjuangan ku sia sia. Sampai ingin ku menyerah. Namun, apakah kau tau Tuan?

Tidakah sesuatu yang besar hanya akan digapai dengan perjuangan yang besar pula?

Sumbawa, 14 Desember 2018

~